Dadaku memanas. Tidak. Tidak hanya d**a. Namun rasanya sampai ke ujung kepala. Wol tak seharusnya bersama anggota polisi yang aku tak tau namanya itu. Tsk. Aku jutaan kali lebih baik darinya. Apa katamu? Aku cemburu? Tentu tidak! Mana mungkin aku cemburu pada sesama jenis. Aku masih normal. Tanamkan itu baik-baik dalam benakmu. "Masuk ke kamarmu. Aku sedang tak ingin melihat wajahmu itu!" ujarku. "Ye jeonha," responnya. Ia masuk ke dalam kamarnya. Aku menghempaskan tubuhku ke kasur. Entah mengapa melihatnya bersama anggota kepolisian itu membuat urat-urat kepalaku terik. Mungkin karena ia tak ijin padaku. Ya, mungkin gara-gara itu. Kau tak bisa memeluk bulan karena matamu telah dibutakan oleh bintang. Aku kembali ingat kata-kata nenek tua itu. Nada bicaranya ya

