"Mianhae," lirih Jungkook dengan suara seraknya. "Mianhae karena aku pikiranku pendek. Aku marah dan kecewa karena alasan yang tak masuk akal. Aku bahkan tak memikirkan posisimu. Kau pasti tertekan karena harus menuruti perintah aboeji-mu. Maafkan aku yang hanya memikirkan diri sendiri," lanjut Jungkook. Han Wol tersenyum. Kalimat yang dilontarkan Jungkook membuat Han Wol sejenak melupakan masalahnya. "Gwaenchanna. Aku bisa memahamimu." Han Wol mengeratkan genggaman tangannya. "Wol-ah, ayo kita menikah!" ajak Jungkook. Ajakan itu sontak membuat Han Wol membulatkan matanya. Menikah? Ajakan itu terdengar begitu tak masuk akal bagi Han Wol. Tak masuk akal? Ya. Tak masuk akal karena Jungkook sudah menikah. Seorang raja hanya akan menikahi permaisurinya. Jika seoran

