Aku terkejut saat melihat siapa pemuda dengan balutan hanbok bangsawan itu. "Jungkook?" Ia di sana. Hanbok merahnya makin memerah karena terkena darah di bagian perut. Ia terluka. Aku. Tak. Boleh. Diam. Saja. Orang-orang misterius itu mengalihkan pandangannya padaku. Tanpa ragu kutarik pedangku dari sarungnya. Jungkook yang tadinya tersungkur di tanah perlahan mengumpulkan sisa-sisa kekuatannya. Ia berdiri tertatih. Salah seorang dari mereka hampir menghunuskan pedangnya di perutku. Namun aku menepisnya. Sejujurnya, aku tak yakin bisa berhasil mengalahkan orang-orang ini. Aku bahkan mungkin akan mati dalam pertarungan ini. Tapi ... tak apa aku mati. Asal Jungkook terselamatkan. Sret. Pedangku terhempas jauh sekali. Aku bahkan belum mengalahkan satu orang pun. Kini J

