"Gwaenchanna ... aku ada di sini. Aku akan selalu berada di sampingmu," tutur Jungkook sembari mengusap air mata Han Wol yang meluber kemana-mana. Han Wol tersenyum. Setitik rasa bahagia muncul di tengah kesedihan yang ia rasa. Bagaikan setangkai bunga mawar yang merekah di tengah gurun pasir tandus. "Lupakan kesedihanmu, ne? Ah ... kau ingat kan kalau aku pernah bertanya tentang alasanmu menyamar jadi laki-laki? Kapan kau akan memberitahuku?" Jungkook mengalihkan pembicaraan. Bertujuan membuat Han Wol agar tak larut dalam kesedihan. "Jigeum. Aku akan memberitahukannya padamu sekarang," Jungkook tersenyum. Sedangkan Han Wol malah jatuh dalam perasaan ragu. Ia ragu untuk mengatakan alasannya pada Jungkook. Bukan apa, alasan Han Wol mungkin saja akan membuat Jungkook

