"Wol-ah ... apa berita itu benar? Apa kau seorang pecinta sesama jenis? Apa kau punya hubungan dengan baginda raja? Itukah alasanmu menolakku?" Han Wol membisu. Ia tak tau apa yang harus ia katakan. "Aku ... menolakmu karena ...," "Karena aku seorang perempuan, Putri," sambung Han Wol. Tubuh Sana bergetar dan matanya berkaca-kaca. Satu hal yang Han Wol ketahui dengan pasti. Yaitu ... Sana kecewa. "Bagaimana kau bisa menyembunyikannya dariku selama ini? Kukira kau adalah orang yang jujur dan dapat kupercaya. Tapi aku salah! Kau sama saja seperti orang lain! Aku membencimu Wol!" teriak Sana. Han Wol terpaku. Kata-kata Putri Sana menyayat hatinya begitu dalam. Ia menyesal. Menyesal karena menyembunyikan identitasnya dari Sana. Tapi apa daya, nasi telah menjad

