“Maisha bersedia Yah.” Ucap Maisha dengan tiba-tiba membuat semua orang terkejut mendengarnya. “Maisha bersedia untuk apa? Ayah jadi bingung.” Tanya Pak Hans penuh tanda tanya di kepalanya. “Maisha mau menikah dengan anak rekan Ayah.” Jelas Maisha membuat Pak Hans, bu Sarah, Hanan dan juga Haura menatap kearah Maisha dengan tatapan tak percaya. “Nak, kamu tidak usah berkorban demi Ayah. Ayah akan cari jalan lain. Kamu tenang saja. pasti Ayah bisa menemukan jalannya.” Jelas Pak Hans sambil memegang pundak putrinya dan mengusapnya lembut. “Iya Mai. Kamu belum mengenal lelaki itu. kamu belum tahu apakah lelaki itu bisa menjadi imam yang baik buat kamu nanti. Mas gak akan rela kalau kamu jatuh ke tangan yang salah Mai.” Kini giliran Hanan yang melayangkan protes pada Maisha. “Ayah, Mas

