“Saya terima nikah dan Kawinnya Rumaisha Malika Athaya binti Hans Harumanjaya dengan mas kawin seperangkat alat shalat dibayar tunai.” Ucap Aldwin lantang saambil menjabat taangan pak Hans. “Gimana para saksi? Sah?” Tanya penghulu dan dijawab ucapan sah dari saksi yang merupakan dokter untuk saksi pihak peremmpuaan dan Shaka sebagai saksi pihaak lelaki. “Alhamdulillah.” Ucap semua orang yang ada disana, kecuali Arshaka Wijaya. Setelah akad nikah itu, dia pergi keluar. Sakit hati yang ia rasakan begitu dalam. wanita yang ia harapakan kini sudah menjadi milik orang lain. Harapan yang tadinya sebesar lautan kini lenyap begitu saja. sedih memang tetapi ini sudah ketetapan dari-Nya. Maisha meneteskan airmatanya kembali. Ia tak menyangka statusnya bukanlah seorang gadis lagi tetapi sudah

