Perempuan paru baya itu lari menuruni tangga untuk mencarikan kunci cadangan kamar Aldwin. Syukurnya tak lama kemudian bi Ipah datang dengan membawa kunci cadangan yang Maisha minta. Maisha pun mencoba membuka pintu dengan kunci tersebut. Dengan beberapa kali percobaan akhirnya ia bisa membukanya. Pemandangan pertama yang dilihat Maisha saat membuka pintu itu adalah suasana kamar Aldwin yang berantakan seperti kapal pecah. Barang-barang berserakan dimana-mana. Ia juga melihat pecahan kaca berserakan tepat di hadapan Aldwin. Ia tau sekarang darimana suara gaduh itu berasal. Setelah meredakan keterkejutannya dengan kondisi kamar Aldwin, Maisha pun kembali fokus untuk mencari dimanakah Aldwin berada. Dan tak sulit bagi Maisha untuk menemukannya. Aldwin duduk meringkuk sambil memeluk lutut

