Aldwin menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi kerjanya. setelah berjam-jam berkutat dengan laptop dan file-file yang membuat pening kepala, akhirnya tepat pukul satu malam ia bisa menyelesaikannya. Sepeninggal Papanya, semua urusan perusahaan menjadi tanggung jawab Aldwin. Sebagai anak semata wayang Aldwin tak punya pilihan lain. Ia tak mau usaha yang dilakukan Papanya selama ini hancur sia-sia. Oleh karena itu, dia berusaha keras untuk mempelajari tentang perusahaan Papanya secepat mungkin. Ilmu yang dia dapatkan selama ini pun tak sia-sia. Dia juga dibantu oleh Pak Hans, yang tak lain adalah Ayah mertuanya sendiri. Selain sebagai Ayah mertua Aldwin, Pak Hans juga merupakan orang kepercayaan Papanya. Dialah orang yang selalu ada untuk Papanya dari awal karirnya. Aldwin menutup lap

