Niat Baik

1200 Kata

Kedua mata indah milik Maisha mengerjap-ngerjap menyesuaikan cahaya yang begitu terang. Dia melihat langit-langit berwarna putih dan bau obat-obatan menyeruak masuk ke hidungnya. Dia melihat ke sekelilingnya. Disana sudah ada ibunya yang masih tertidur pulas di sofa rumah sakit. Maisha termenung. Ia mengingat-ingat kenapa ia bisa sampai di rumah sakit sekarang ini. Ketika ingatan itu datang, ia pun menggigil ketakutan. Bayangan lelaki itu memenuhi pikirannya. Tak lama datanglah kedua lelaki yang masih rapi mengenakan koko dan juga sarung. Mereka terlihat terkejut melihat Maisha yang tampak ketakutan sambil mencengkram selimut rumah sakit. Hanan pun menghampiri adiknya dan berusaha menenangkannya. Sedangkan Shaka mencoba menghubungi dokter untuk menangani Maisha yang sudah siuman. “I

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN