Tokk..tokk...tokk Maisha menutup mushaf qurannya ketika mendengar pintu diketuk. Ia pun langsung berjalan ke depan untuk membukakan pintu. Jam sudah menunjukkan pukul dua belas malam lebih. Maisha yakin orang itu adalah suaminya. Ia pun membukakan pintu itu. dan benar saja, yang ada di balik pintu adalah suaminya. Tetapi lelaki itu tak sendirian. Dia bersama seorang lelaki juga yang memapah dirinya. Maisha terkejut melihat suaminya yang berantakan dan suara racauan yang terus keluar dari mulutnya. Bau alkohol yang menyengat juga menyeruak masuk ke indra penciuman Maisha. kalimat istighfar pun terucap dari mulutnya. “Mbak maaf apa boleh masuk? Keburu berat nih.” Ucap lelaki yang memapah suaminya sambil meringis keberatan. Maisha yang tersadar dari lamunannya pun langsung mempersilahkan

