Sampai di dalam ruangan Aldwin terpekik kaget ketika mendapat cubitan lagi dari istrinya. Ia pun mengaduh kesakitan walaupun rasanya tak sakit sama sekali. “Kenapa sih sayang? sekarang hobi banget deh cubit-cubit suami.” Protes Aldwin pada istrinya. “Mas tuh kenapa panggil aku kayak gitu di depan Maya, kan aku malu.” Ucap Maisha tetapi dengan nada manjanya. “Panggil kamu kayak gimana sih?” Tanya Aldwin pura-pura tak tahu “Itu lho yang tadi.” Ucap Maisha mengingatkan suaminya. “Yang mana?” Tanya Aldwin lagi dengan nada menggoda. “Mas ih.” Ujar Maisha kesal karena terus digoda suaminya. “Iya-iya, soalnya panggilan kamu sama Maya tuh sama. Nanti kalau aku panggil ‘Mai’ kalian bingung lagi siapa yang aku maksud.” Jelas Aldwin dengan jujur. Maisha pun mengangguk dan mengalah. Ia tak m

