Minggu pagi ini Maisha berencana untuk belanja sayur-sayuran di pasar tradisional karena stok sayuran yang ada di rumah habis. Awalnya mbok Ipah yang hendak belanja tapi Maisha melarangnya dan menawarkan diri. Mbok Ipah tentunya tak menerima begitu saja tetapi dengan bujuk rayu Maisha akhirnya mbok Ipah pun memperbolehkan. Di depan rumah dirinya bertemu dengan ibu mertuanya yang sedang asyik menyirami tanaman. Maisha tersenyum melihat ibu mertuanya sudah bisa tersenyum sekarang. rasa dukanya sudah mereda seiring dengan berjalannya waktu. “Wah bunganya cantik ya ma.” Puji Maisha setelah ia sampai disamping ibunya dan melihat bunga mawar merah yang sedang mekar itu. “Iya Mai, ini kado Papa dulu sewaktu Mama ulangtahun. Makanya mama harus merawat ini dengan sepenuh hati.” Ujar bu Rahayu

