“Calandra, maaf ya. Aku sama sekali nggak tahu kalau ada yang masukin obat ke minuman kamu.” Pada malam harinya, saat menjemput ayah mertuanya, Calandra langsung ditarik Jenny untuk menyingkir dan membicarakan hal tersebut. “Aku baru tahu kalau ada yang melakukan itu ke minuman kamu saat Darrel mengirimiku pesan penuh makian tadi sore,” ujar Jenny lagi. Ia meraih tangan Calandra sambil memasang ekspresi penuh penyesalan. “Darrel marah sama Kakak?” tanya Calandra. Jenny mengangguk. “Lihat sendiri kan tadi, dia bahkan bersikap sinis padaku. Aku jadi merasa bersalah.” Calandra memandang sekitar. Mereka kini tengah berada di taman, sementara yang lainnya kini sedang berada di ruang duduk. Dari balik dinding kaca pemisah, Calandra bisa melihat Darrel yang kini tengah mengawasi mereka. “Ka

