“Cala—” Ucapan Darrel seketika lenyap ketika Calandra membungkam bibirnya. Biasanya, Darrel adalah orang yang melakukan hal seperti ini di antara mereka. Tapi kali ini malah Calandra yang melakukan hal tersebut padanya. Ini jelas bukan karena Calandra mabuk alkohol, pikir Darrel. Si jal*ng Jenny pasti sudah memasukkan sesuatu ke dalam minumannya. “Sayang, ayo sadar. Kamu masih bisa dengar aku kan?” Darrel meraih wajah Calandra dan menahannya. Ditatapnya mata Calandra yang mulai tidak fokus. “Rel… Ayo… Sini… Aku… Nggak… Tahan…” Calandra berusaha menarik wajah Darrel dan kembali menciumnya. “Stop. Jangan lakukan ini.” Darrel kembali menjauhkan diri. “Kamu akan menyesal saat sadar nanti.” Tapi sepertinya Calandra benar-benar sudah tidak bisa fokus lagi. Tangannya mulai meraba Darrel. “

