Napas Calandra seketika tertahan. Ia mengerjap, sama sekali tidak memercayai apa yang dilihatnya saat ini. Bibirnya bergetar ingin mengatakan sesuatu, namun sulit sekali baginya untuk bersuara saat ini. Pria di hadapannya itu melangkah mendekat. Terus mendekat, dan semakin mendekat hingga akhirnya berhenti di hadapannya. “Hai…” ujar laki-laki itu canggung. “H-hai,” balas Calandra. Beruntung suaranya bisa terdengar normal, meski sebenarnya tenggorokannya tersekat akibat sangat terkejut melihat kemunculan pria ini di hadapannya. Tangannya meremas tali tas bahunya dengan erat, takut jika ia sampai bertindak konyol karena rasa terkejutnya ini. “Ehm… Aku dapat info dari Papa kalu kamu akan berangkat hari ini.” Darrel berdeham dan berdiri salah tingkah. “Ya, aku pergi hari ini,” ujar Calan

