Ada yang hilang dalam hidupnya. Seperti separuh dari jiwanya pergi. Benar kata salah seorang penyair, “Cinta tak menyadari kedalamannya, sampai ada saat perpisahan”. Penyesalan demi penyesalan kini mulai menyiksa batin Calandra. Jalan baginya untuk meminta maaf sudah tertutup. Sulit baginya untuk memercayai ini, tapi itulah yang terjadi. Suaminya kini telah pergi. Membawa semua kebencian dan sakit hati yang tak pernah bisa ia tarik kembali. Calandra tergugu. Ia duduk sambil memeluk lututnya dan terus memanggil nama Darrel. Seolah dengan melakukan itu suaminya akan kembali muncul di hadapannya. Ia benar-benar menyesal sudah bersikap buruk pada Darrel yang tak pernah lelah berusaha memperbaiki hubungan mereka. Darrel selalu menunjukkan kalau ia ingin hubungan mereka jadi lebih baik. Ta

