Darrel yang panik seketika berlari keluar kamar. Ia memeriksa setiap sudut rumah untuk mencari Calandra, tapi gadis itu tidak ada di mana pun. Rasa panik membuat Darrel ketakutan. Bagaimana kalau Calandra diam-diam pergi lagi darinya? Jangan-jangan tadi malam itu hanya kebohongan belaka. Calandra hanya berpura-pura menerimanya kembali, lalu pagi ini diam-diam pergi meninggalkannya. Darrel meraih handle pintu depan. Terkunci. Ia menekan handle pintu itu berkali-kali dengan panik. Tapi pintu itu masih terkunci. Hingga akhirnya dari arah luar terdengar suara kunci yang dibuka. Sambil berdiri diam, Darrel memperhatikan handle yang bergerak dan disusul oleh pintu yang terbuka. Sosok Calandra muncul di baliknya dengan satu tangan membawa kantong belanja. Gadis itu kini menatapnya bingung. “K

