“Non, ini buahnya.” Bi Yem meletakkan sebuah piring berisi potongan buah dan segelas air mineral di meja yang ada di hadapan Calandra. Perempuan itu kini tengah duduk di balkon lantai dua, menikmati sore hari sambil menunggu suaminya datang bergabung dengannya. “Makasih, Bi,” ujar Calandra tersenyum menatap wanita itu. “Sama-sama, Non.” Bi Yem tersenyum kembali pada Calandra yang kini tengah duduk bersandar sambil mengusap perutnya yang besar. Kehamilannya kini sudah hampir memasuki minggu ke tiga puluh delapan, dan kini mereka sudah dalam mode waspada menunggu hari kelahiran. “Ini nggak apa-apa Bibi kupas semua buahnya, Non?” tanya wanita itu lagi. Sejak awal kehamilannya, Calandra selalu ingin Darrel yang mengupas buah untuknya. Jadi biasanya ia hanya akan minta disiapkan buah dan pi

