Tubuh Calandra seketika gemetar. Segala hal dari masa lalu yang dulu menyakitinya, kini kembali bermunculan di benaknya. Matanya terasa panas, dan tanpa sadar air matanya langsung menetes tanpa bisa dibendung. Calandra langsung berbalik. Ia melangkah menuju lift dengan setengah berlari. Darrel mendorong perempuan yang duduk di pangkuannya, perempuan itu kehilangan keseimbangan, lalu terjatuh ke lantai. Dengan cepat Darrel langsung mengejar Calandra yang kini tengah menekan tombol lift dengan tangan gemetar. Pintu lift membuka. Calandra langsung masuk ke dalam sana, namun baru saja kakinya melangkah satu langkah, Darrel langsung menyambar tangannya dan menariknya kembali keluar dari sana. “Yang tadi itu nggak seperti yang ter

