“Mau ke mana, Mbak?” Suara sopir taksi membuat Calandra tersentak dari lamunannya. Sejak naik ke dalam taksi hampir lima belas menit yang lalu, ia meminta sopir tersebut untuk jalan dulu sembari ia memikirkan ke mana destinasi yang tepat baginya untuk menyendiri. “Emm… Jalan dulu ya, Pak. Nanti kalau sudah memutuskan, akan saya beri tahu,” jawab Calandra dengan suara yang mulai agar serak. Meski merasa aneh dengan penumpangnya ini, sopir tersebut pun mengangguk tanpa protes. Ia kembali terus menyetir, berkeliling untuk membawa perempuan yang menjadi penumpangnya ini yang terlihat seperti tanpa tujuan. Ada beberapa tempat yang Calandra pikirkan sejak tadi untuk ia tuju. Hanya saja semuanya berpotensi membuat dirinya ditemukan Darrel dengan

