Chapter 17

1436 Kata

BAB 18 POV REZA, MELIHAT TAK MENYENTUH Setelah seharian berdiri menyalami tamu, tibalah saatnya meluruskan badan. Kami sengaja tak mengadakan acara malam, selain karena ribet, juga terlalu banyak memorsir tenaga. "Istrimu mana?" tanya Oma ketika aku pulang dari masjid shalat Isya. Mata beliau berkilau menatapku dari atas ke bawa, lalu senyumnya mengembang lebar. Kuyakin rasa bahagia melihat perubahan putranya. Apa tadi Oma bilang? Istri? Alangkah indah kata itu. Aku mengangkat kedua tangan tanda tidak tahu, kemudian kaki kembali menuju peraduan. Sejak acara selesai, netra ini tak pernah menangkap sosok gadis yang mendampingiku seharian di pelaminan. Mungkin bersama Caca, sedari tadi mereka seakan seperti prangko. Ada yang berdenyut saat memasuki ruang pribadiku. Dekorasi yang cantik

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN