BAB 25 PEMAKAMAN IBU POV DANAR "Bersabar, Sayang! Jadikan salat dan sabar sebagai penolongmu. Sudah ketentuan Allah bahwa semua yang bernyawa pasti mati. Memang pada hakikatnya, kita semua menunggu giliran," ujar perempuan bercadar yang kuperkirakan agak berumur, menarik wanita yang baru saja kunikahi dari tubuh jasad terbujur ke dalam pelukannya. "Doakan ibumu, Sayang. Ada tiga amalan yang tak putus dari orang meninggal. Ilmu yang bermanfaat, amal jariyah, dan doa anak sholeh-sholehah," nasehat wanita itu, kian membuat tergugu gadis yang baru saja ditinggal oleh ibunya. Aku larut dalam kesedihan, Pak Surya berkali-kali menghapus air matanya. Entah apa hubungan mereka. Setelah menunggu sebentar dari pihak rumah sakit dan Pak Surya berbincang dengan salah satu lelaki tadi, keluarga dip

