Chapter 45

1120 Kata

BAB 47 EXTRA PART Ini libur kedua setelah setahun berlalu. Selain kangen dengan adik Rizal, acara pernikahan Om Reno -adik kedua Bunda Zahrah- memaksaku pulang. Ada gelenyar entah saat menjejaki kota penuh kenangan. Rindu ini telah lama membebat, tapi ragu dan takut begitu menguasai. Maafkanlah wanita lemah ini. Jika masih butuh waktu lama mengistirahatkan kelelahan. "Mbak Caca ..." Teriakan Rizal menyambut saat aku turun dari kendaraan terakhir. "Diantar sama bunda, kan?" ujarku menggenggam tangannya. Sengaja bertanya demikian, khawatir saja kalau Om Danar yang muncul seperti dulu. Huft ... entah kenapa dia dan kota ini, tak bisa terpisahkan di pikiranku. "Tu ...!" Tangan mungil Rizal menunjuk Tante Raina yang melambai tangan. Ada Om Angga melakukan hal sama di belakangnya. Ck! Ngap

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN