part 41. rumah baru

1260 Kata

Malam di Jakarta terasa begitu menyesakkan, seolah oksigen di kota ini telah habis terbakar oleh kemarahan dan duka yang membuncah di d**a Jelita. Setelah meninggalkan gang sempit yang penuh dengan bisikan tetangga yang beracun, Snow membawa mereka semua ke sebuah hotel mewah di pusat kota. Namun, bagi Jelita, kemewahan itu terasa hambar. Pikirannya hanya tertuju pada satu titik, tanah merah tempat ayahnya kini beristirahat tanpa nisan yang layak. "Yuna, bawa Mbak ke sana. Sekarang," ucap Jelita dengan suara yang retak namun tak terbantahkan. Snow tidak melarang. Ia hanya memberi isyarat pada supir dan pengawalnya untuk menyiapkan mobil. Di bawah rintik gerimis Jakarta yang turun perlahan, mereka membelah kemacetan menuju sebuah pemakaman umum yang terletak di pinggiran kota. Pemakam

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN