Sedari tadi, Geulis tak berhenti menengok ke samping kirinya lewat jendela mobil yang tertutup. Saat ini, ia sedang berada di depan rumah Rizkan. Bukan tanpa maksud apa pun ia datang ke rumah seorang pria yang masih menjadi kekasihnya sekitar satu bulan yang lalu. Tentu saja bukan untuk bertemu dengan mantan kekasihnya itu, ia ingin bertemu dengan kembaran pria itu. Lagipula, hubungannya dengan Rizkan telah benar-benar berakhir karena pria itu tak pernah lagi menghubunginya. Bahkan, ia ingat sekali saat ayahnya meninggal dan ia sedang dalam kondisi terpuruk, pria itu bahkan tak hadir sama sekali. Entahlah, mungkin Rizkan sangat membencinya. Suara gerbang yang terbuka membuat lamunan Geulis buyar seketika. Ia kemudian segera keluar dari dalam mobil saat melihat Rizki yang saat itu tengah

