Geulis menarik napas panjang saat kakinya ingin melangkah masuk ke tempat pemakaman umum di mana ayahnya akan dikuburkan di sini. Ia lalu membetulkan letak selendangnya yang tadinya jatuh di seputaran leher dan menariknya hingga menutupi kepala. Namun, baru selangkah ia berjalan mengikuti keranda yang membawa jenazah sang ayah, kakinya tiba-tiba saja berhenti bergerak. Hal itu lantas membuat beberapa saudara yang hadir di pemakaman ini merasa khawatir dengannya. "Geulis nggak sanggup, Tante. Geulis nggak bisa lihat Papa dikubur. Geulis nggak bisa," Geulis menggelengkan kepalanya berulang kali, menjawab pertanyaan yang sempat terlintas di benak sanak saudaranya. "Nggak apa-apa, nak. Kita tunggu di sini aja," sang tante yang jauh-jauh datang dari luar provinsi menyahuti perkataan keponaka

