"Al ...," panggilnya takut-takut. "Hm?" sahut si lawan bicara terdengar malas. Gadis di sampingnya mengerti, ia menghela napas pelan. Sembari melangkah pelan menyamakan langkah kaki pria tinggi di sampingnya. "Do you think the current situation is strange?" "Pardon?" "I mean lo ada merasa aneh or setidaknya feel guilty about what happened? This makes me gak nyaman and kepikiran sama banyak hal," jelasnya. Langit menghela napas kasar, "Konteks? Lo nanya kalau gak jelas gue kudu jawab apa? Setiap hari juga gue nggak ngerasa nyaman. Kebanyakan problem sampe gue bingung something yang lo maksud oh my God." "Clarisa." "Clarisa ya?" Langit mengangguk-anggukkan kepalanya. "Pantes aja bikin lo gak nyaman." "Maksud?" Dahi Maya mengerut bingung, mereka berdua memutuskan duduk di salah

