Curhatan Dua Insan

2036 Kata

Aletta diam, membiarkan kuku-kuku jarinya yang berada di atas meja mengutak-atik jari-jarinya sendiri. Sedangkan di hadapannya ada Brian, kedua orangtuan pemuda itu ditambah juga oleh kehadiran kedua orangtuanya. Sumpah demi apapun jantungnya tak berhenti berdetak abnormal, ia takut, sungguh, terlebih pada tatapan tajam dari kedua mata pemuda tersebut. "Bagaimana?" tanya papa Brian pada cowok yang tengah memainkan sendok kecil di atas piring kaca berwarna gold tersebut hingga membuatnya sempat terdiam sejenak, memikirkan jawaban apa yang pantas ia berikan. "Aletta sendiri bagaimana?" Sang istri menimpali pertanyaan yang sama membuat Aletta kelabakan mendongak lalu mengangguk dengan sedikit perasaan malu. Aletta senang dan bahagia meski ia sadar pihak sebelah jauh lebih dirugikan. N

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN