Kecelakaan

2089 Kata

"Bang Leo tumben ngambil nasinya dikit?" Pertanyaan yang dilontarkan Nisa menjurus pada sebuah komentar bernada sinis. Cowok itu menoleh, mengangkat sudut bibirnya lalu menggerakkan bibir tersebut seolah berkata 'bacot' tanpa suara. Clarisa berhenti menyuap, dia mendongak. "Emang biasanya dia makan sebanyak apa?" "Beuhh parah, porsi nasinya kalah sama porsi kuli," balas adik Leo itu julid. Clarisa geleng-geleng kepala, gak papa sih menurutnya kalau Leo banyak makan, lagipula nasi-nasinya juga. Gadis itu melanjutkan makannya, sungguh dia lapar. Dari tadi cuman pentol yang baru ia makan. Mengingat pentol tadi siang, rasanya mau makan itu lagi. Biasanya Clarisa makan pentol saat ia beli bakso saja, makanya ia tak tahu kalau ada pentol yang dijual seharga seribu per biji di jalanan.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN