"Bentar lagi nyampe," ujar Leo. Brak! Dengan sisa tenaga Clarisa menendang kembali knalpot motor itu hingga setengahnya terjatuh dan otomatis menyeret aspal. Lagian udah gak layak pake masih aja digunain, kalau ada apa-apa di jalan gimana? Lupakan itu, sumpah Clarisa haus. Gadis itu celingak-celinguk di area jalan memperhatikan pedagang yang berjualan. Clarisa menepuk pundak Leo sekali dan langsung mendapatkan reaksi, cowok itu menoleh dengan malas. Wajah Leo terlihat pucat, rasanya ingin tertawa. Tapi ini bukan saatnya, lagian ini salah Leo sendiri yang sok-sokan bawa motor sialan itu. Capek juga 'kan dianya? "Gue haus," keluh Clarisa. "Ya minumlah," balas Leo cuek. Sudut bibir Clarisa terangkat sinis, gadis itu mengelap dahinya yang basah keringat. "Yaudah beliin gue minum

