Terbongkar

1026 Kata

"Dan dendam ...." Gadis itu menjeda kalimatnya, ia berjongkok untuk menyamakan tinggi badannya di samping tubuh Maya. "Dendam apa yang lo maksud? Gue sekeluarga gak pernah merasa punya masalah sama lo!" Maya menghentikan tangisnya, menyisakan isakan yang amat memilukan. Sementara itu, Langit dan teman-teman baru tiba. Mereka langsung terpaku di depan pintu, berjejer dengan netra fokus menghadap depan. Gadis berambut sebahu itu mendongak lalu menatap langit-langit sejenak sebelum berbalik dan berdiri menghadap Clarisa. Tatapan tinggi seolah dialah korban tadi seakan hilang digantikan sendu. "Bokap lo bikin gue hancur, Ris," katanya pilu. Sebelum Clarisa sempat menyahut, dia lebih dulu menyela. "Dia permaluin Bokap gue di depan umum, Ris! Dia yang bikin hidup gue jadi berantakan kek

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN