"Udah gak usah manyun gitu, jelek lo!" Tangan usil Leo menyentil bibir gadis di depannya dengan gemas, tidak kuat namun cukup membuat ngilu dan sedikit mengagetkan. Clarisa lagi-lagi memasang wajah kesal. Mode clingy Clarisa sangat membuat Leo senang, kapan lagi cuy! "Bisa gak sih lo--" "Apa?" "Shut up!" Leo balas berdecih. "Kenapa sih lo? Ada masalah apa?" Sejenak Clarisa terdiam, memandang dalam manik obsidian milik sang pujaan sebelum kalimat panjang ia lontarkan. "Maya minta maaf sama gue tadi," ujarnya. Perlahan tatapan tajam itu meredup. Leo menghela napas ringan, ia mengerti sekarang penyebab gadis di hadapannya uring-uringan. Clarisa kembali melanjutkan kalimatnya yang sempat terhenti, "Gue gak tau mau apa lagi. Di satu sisi gue gak tega lihat dia dibully habis-habisan

