"Gue minta maaf sama lo, Sa. Tapi, kalau boleh gue jujur. Lo mau gak kasih gue satu kesempatan lagi?" Langit Bagaskara menunduk dalam setelah mengucapkan keinginannya. See? Cowok yang gak pernah mau memandang Clarisa sekarang malah bertekuk lutut. Ke mana urat malunya sih? Apa itu karma? Clarisa mendecih sarkas. "Asal lo tau, berjuang dua kali bukan gue banget. Dulu, selagi gue bucin keramat sama lo, elu kemana? Terakhir kali malah ngatain gue 'iblis berwujud manusia.' Sekarang lo mau pacaran sama iblis kek gue?" "Sa ...." "Gue gak main sama barang bekas, Al." "Sorry, Sa, udah bikin lo kecewa. Tapi—" "Nggak akan ada! Kalimat hinaan yang waktu itu lo ucapin, masih ada di otak gue sampai sekarang. Sampai mati pun gue bakal ingat itu, Al!" Clarisa berbalik, tapi tangannya terl

