Rencana Gagal

3260 Kata

"Banyak bacot lo mau gue gampar tuh mulut?!" Ucit terdiam, tak lama ia terisak pelan membuat Clarisa merotasikan bola mata jengah. Baru dibentak gitu aja udah nangis, udah dipukul mungkin langsung mati minta dikubur tuh manusia. "Pergi gak lo, enek banget lihat muka lo sialan!" maki Clarisa lagi. Tolonglah, kepalanya sedang sakit tapi Ucit terus menanyainya terus menerus. Siapa yang gak kesal coba?! "Gue 'kan cuman mau nanya, Ris, siapa tau bisa bantu lo," jawab gadis ikat dua itu sembari mengelap pipinya yang basah karena air mata. "Bantu apaan, anjing!" "Kalau lo cerita 'kan gue bisa pasang klarif di Mading biar lo gak diganggu para cabe tuh lagi," jelasnya. "Gak butuh!" "Lo mah gak asik, gue kerja ini, Ris, tolonglah. Cerita dikit aja, ya?" "Perlu pake cara kasar keknya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN