Leona melirik tangan Felix yang sudah dilepaskan. Dia menghela napas lega, kemudian menatap Alex. “Mr, bisa tidak main kasar?” “Tau dia. Kalau cemburu bilang, tidak usah dipendam,” ucap Felix sebelum pergi dari hadapan mereka. Leona menghela napasnya kemudian memandang punggung Felix yang nampak menghilang dari pandangannya. “Kenapa kamu terlihat seperti kehilangan seseorang?” Leona menoleh ke Alex, dia tersenyum simpul. “Tidak ada. Saya hanya tidak enak saja sama Felix.“ Tangannya dimainkan di bawah sana. Sepertinya Alex paham betul padanya saat pria itu menatapnya. “Saya tau kalau kamu tidak nyaman. Jangan diam saja, sudah seharusnya adikku saya perlakukan seperti itu biar tidak seenaknya saja.” Leona tersenyum tipis dan mengangguk kecil. Mungkin ini sebuah perhatian dari Al

