Mendengar cerita dari ketua Kampung Sagaranten, Nathan yang sejak dari tadi memperhatikan dia pun manggut-manggut seolah mengerti dengan apa yang diceritakan. memang kalau menyangkut masalah harga diri dan keluarga itu tidak bisa didamaikan, apalagi sampai kehilangan untuk selama-lamanya. "Kamu mengerti kan sekarang, kenapa warga kampung di sini terus terusan bertikai dengan warga Kampung Cisaga?" tanya Dadang sambil menatap ke arah Nathan. "Mengerti Kang. Maaf kalau saya salah berucap." ujar Nathan yang tidak ragu untuk mengakui kesalahannya. "Tidak apa-apa karena mungkin kamu belum tahu situasi dan kondisinya di sini, yang di luar akal sehat. karena biasanya manusia akan memilih untuk hidup dengan damai berdampingan dengan warga Kampung lain, tapi di sini lebih memilih mementingkan

