Lamaran Abduh

1365 Kata

Malam hari Abduh ang merasa bahagia dengan semua yang diterimanya, dia pun mengabari Shakila yang masih tinggal di Bandung tentang acara lamarannya dan acara Perjodohan Nathan dengan adiknya namun sahabatnya meminta maaf karena dia tidak bisa hadir dengan acara lamaran yang akan dilangsungkan di hari Minggu, karena saudaranya juga akan melangsungkan acara yang sama sesuai dengan rencana awal. Hari-hari pun berlalu begitu cepat, bagaikan Parang yang sedang ditebaskan. tidak ada yang mampu menghentikan waktu sehebat apapun orangnya, waktu akan terus berjalan sebagaimana mestinya, silih berganti antara kesenangan dan kesedihan antara tangis dan tawa karena itu tidak bisa dipisahkan. Hari Minggu hari yang sudah ditunggu-tunggu oleh keluarga Abduh dan keluarga Yanti akhirnya tiba, hari itu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN