Benar saja, Nathan membawanya ke luar kota. Tidak terlalu jauh, dalam waktu 30 menit mereka sudah sampai ke tempat tujuan. Pikiran Leviana saat ini sudah tenang, dia hanya duduk diam sambil mengamati perjalanan malam. Ke mana pun Nathan akan membawanya pergi malam ini, Leviana akan percaya. Perjalanan kali ini cukup rumit, banyak tikungan dan melewati pinggir hutan belantara. Sampai pada akhirnya mobil Nathan masuk ke jalan tanpa aspal, bukan jalan tapi ini tanah lapang. Hanya ada hamparan tanah luas seperti lapangan, dengan beberapa rumput liar di sana. Mobil Nathan berhenti, pria itu turun dan mengitari mobilnya berniat untuk membukakan pintu untuk Leviana. Saat high heels tak terlalu tinggi menyentuh tanah, pandangan langsung tertuju pada sebuah rumah pohon besar dan mengagumkan. Mata

