Leviana dan Aldo berjalan berdampingan, menyusuri tepi pantai. Untuk pertama kalinya Aldo bersikap manis kepada Leviana. Jika dia adalah bunga dandelion di tengah-tengah angin besar, maka saat ini juga dia sudah terbang jauh. Tidak ada kata-kata datar atau pun dingin, malam ini Aldo berubah menjadi pria hangat. Kesempatan untuk dekat dengan Aldo semakin banyak. Sedikit demi sedikit Leviana mendekati Aldo agar mereka berdua berjalan menempel bak pasangan romantis. Aldo menghentikan langkahnya, pria itu menatap calon istrinya datar. “Aku tahu kamu pengen digenggam, mangkanya jalannya dempet-dempetan,” kata Aldo, sudah tahu tabiat Leviana. Sedari tadi dia perhatikan wanita itu memandang ke arah pasangan yang sedang bermesraan. Dari tatapannya saja dia tahu Leviana menginginkannya menjadi

