“Leviana?!” Mendengar panggilan itu, Nathan langsung menoleh menatap ke sumber suara. Dia melirik ke arah Leviana, wanita itu sudah berdiri sambil tersenyum ke orang yang memanggilnya tadi. Leviana meminta izin ke Bu Siska lalu pergi menghampiri Andre—teman satu angkatan sekaligus pria yang dulu mencintai Leviana. Nathan ikut menyusul Leviana, menghampiri Andre. Pria itu, Andre memakai kemeja dan celana hitam—sangat rapi seperti penampilan seorang guru. Apa mungkin Andre sudah menjadi guru di sekolah ini? “Andre, apa kabar?” tanya Leviana menatap Andre kagum. Dia berjabat tangan dengan Andre. Setelah itu tatapan Andre yang semula tertuju padanya, kini beralih ke samping yang ternyata ada Nathan di sana. Andre mengangguk. “Baik-baik, kamu sendiri gimana? Wah, masih lengket ya sama Nath

