Mita tau betul, bahwa lelaki yang ada di sampingnya saat ini adalah lelaki yang pernah membuatnya terluka, kecewa, dan meneteskan air mata. Mita juga sepenuhnya sadar, bahwa ia masih sangat membenci lelaki ini dan seharusnya Mita menjauhinya, bukannya mengikuti setiap ucapannya atau berjalan di sampingnya seperti ini. Mita sungguh kesal pada dirinya sendiri yang bahkan tak sanggup melawan. Menghela napas panjang. Jujur dari hati yang paling dalam. Mita belum bisa melupakan ayah biologis dari janin yang tengah dikandungnya saat ini. Mana mungkin bisa? Dan apa yang akan terjadi, jika suatu saat Jefry tau dirinya tengah mengandung calon buah hatinya? Saat tengah sibuk dengan pikirannya, Mita tidak menyadari ada sebuah motor yang melaju ke arahnya dengan kecepatan yang cukup tinggi. Peremp

