Bab56

1628 Kata

Usai kepergian Jefry dan kedua orangtuanya, Mita tak bisa lagi membendung air matanya. Sakit sekali. Seperti ada yang menusuk jantungnya. Kenapa ayahnya begitu tega. Padahal bahagia yang ingin dicapainya tinggal selangkah lagi. Kenapa lelaki tu harus mematahkan harapannya untuk bahagia bersama orang yang disayang. Tak habis pikir, Mita benar-benar tak habis pikir dengan pola pikir ayahnya saat ini. Beliau begitu membenci Jefry tanpa alasan yang jelas. Padahal dulu sebelum keduanya menikah, beliau lah orang yang paling mendukung hubungan pernikahan yang akan Mita dan Jefry jalani. Namun kini Pak Surya justru menjadi satu-satunya orang yang berdiri sebagai penentang hubungan mereka. Seharian ini Mita hanya menangis, hingga hari berikutnya pun juga begitu. Makan tak enak, tidur tak nyenyak.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN