Terdengar tawa Mita yang begitu sumbang memenuhi mobil tersebut. “Bang Jefry jangan aneh-aneh deh, siapa bilang aku hamil?” katanya mengelak, sambil terus membuang pandangannya ke luar jendela. Entah takut atau sedih, yang jelas, Mita tidak sanggup melihat wajah lelaki itu lagi. Terlebih saat lelaki itu menyinggung soal kehamilannya yang coba disembunyikannya. Ada sakit yang teramat hebat menghantam hatinya. Karena, sejak pengadilan memutuskan bahwa pernikahan mereka dinyatakan tidak sah, sejak saat itu pula, Mita menarik diri dari kehidupan Jefry. Perempuan itu hanya ingin hidup damai dan tenang bersama anak yang saat ini masih berada dalam kandungannya, kelak. Hujatan, hinaan, caci dan makian ia terima dengan lapang d**a. Namun entah kenapa, saat lelaki itu yang mengungkitnya, sungguh

