Bab54

1748 Kata

Sedikit pun, Jefry tak beranjak dari posisi duduknya. Tangannya masih setia menggenggam tangan Mita. Malam sudah larut sekali. Pak Malik dan Ibu Salamah bahkan sudah pemit pulang sejak sekitar dua jam yang lalu. Pak Surya duduk di sebelah bangkar Mita bersebrangan dengan Jefry. Tatapan matanya yang tajam, tak bergeser sedikit pun dari wajah lelaki itu. Sedangkan Mak Anggi, tampak mempersiapkan air hangat dalam mangkuk untuk membersihkan luka Jefry yang sejak tadi dibiarkan tak terurus. “Jef, luka kamu dari tadi belum diobati, nih kamu bersihin dulu.” Ucap Mak Anggi. Jefry tampak mengangguk, lalu menerima sapu tangan hangat yang diberikan Mak Anggi. “Iya, terima kasih, Mak.” Balasnya tersenyum tipis. “Cih. Cuma luka kecil doang.” Sahut Pak Surya sinis. Jefry menghela napas panjang.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN