Lagi, lagi, dan lagi. Jefry harus kembali menelan kecewa, lantaran apa yang sedang diperjuangkannya tak kunjung ia temukan. Marah terhadap diri sendiri. Tidak becus sebagai seorang lelaki. Segala apa yang dimilikinya saat ini terada tidak berarti lagi. Pikirannya terus dihantui oleh bayang-bayang perempuan yang menutupi sebagian wajahnya dengan masker, yang tidak sengaja jatuh dalam pangkuannya. Dia adalah perempuan yang sama, yang dijumpainya saat ini keluar dari gang untuk membawa Rania ke rumah sakit. Sungguh, siatuasi saat itu sangatlah rumit. Hari-hari pun telah berlalu, segala upaya yang dilakukannya tidak membuahkan hasil. Mita bagai menghilang bak ditelan bumi. Tak memberikan jejak sedikitpun bagi Jefry. Keterpurukan, keputus asaan, serta kegagalan membuat lelaki itu pada akh

