Bab 12

1039 Kata

"El, apaan sih kamu? Tumben nempel gini. Pergi ah, aku mau mandi. Udah bau asem, nggak enak baunya," ucap Adara setelah hening menyelimuti selama hampir lima menit. Rafa merengut, bukannya melepas pelukannya pada tubuh Adara, laki-laki itu justru mengeratkan pelukannya. "Nggak mau. Kamu kan belum bilang, kalau kamu setuju mau bikin kesebelasan sama aku," ucap Rafa dengan nada merajuknya yang membuat decakan tak henti keluar dari mulut Adara. "Emang enak bikin kesebelasan? Nggak ah. Kamu jangan ngaco gitu, mentang-mentang nggak ada Keano, modusnya dikerasin!" Ketus Adara yang masih berusaha memisahkan pelukan dokter kandungan berwajah tampan itu. Rafa menggeleng keras, sekarang bukan hanya tangannya yang memeluk tubuh Adara, namun kaki laki-laki itu juga sudah membelit kaki istrinya. Memb

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN