8. Bangun

1062 Kata

Sepasang mata tajam menatap tubuh mungil seorang gadis kecil yang terbaring di atas hamparan empuk tersebut. Suasana kamar begitu temaram, hanya menyala lampu tidur. Gretha pun hanya sendirian di dalam kamar tersebut. Perlahan Kendrick melangkah mendekat dan menatap wajah Gretha dengan mata elangnya. Pria itu ingin memastikan keadaan Gretha, apakah masih demam dengan panas tinggi atau sudah lebih baik. Telapak tangan lebar milik Kendrick kini menyapa kulit kening Gretha. Pria itu masih merasakan panas, tetapi tak separah tadi, itu pertanda sudah ada kemajuan. “Berarti dia besok harusnya sudah sembuh. Dia satu-satunya orang yang berhasil mendapat perawatan dari dokter pribadiku dan Kyler. Cih, jika bukan karena Kyler, aku tidak akan serepot ini untuk membiarkan dia tetap sehat.” Kendri

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN