“Kenapa masih diam? Ayo perlihatkan.” Gretha kaku, dia menatap Kendrick yang menahan pergerakannya. Ingin sekali Gretha berlari dan kabur dari dalam kamar itu saat ini. “Perlihatkan apa, Dad?” Suara seseorang menyela percakapan antara Kendrick dan Gretha. Kyler masuk dan berjalan mendekat ke arah ranjang di mana Kendrick dan Gretha berada. Gretha pun menghembuskan napas lega melihat kedatangan Kyler. Dia langsung menarik tubuhnya dari pelukan Kendrick, Gretha berdiri di tepian ranjang dengan wajah memerah. Mungkin ini untuk pertama kalinya Kendrick merasa kesal akan kedatangan tiba-tiba sang putra. Kendrick menghembuskan napas kasar, kemudian melirik Gretha yang juga mencuri pandang kepadanya. “Tuan Muda, maaf saya malah tertidur. Anda sudah selesai mandi, sepertinya sudah sangat rap

