Gretha membalikkan badannya begitu pelan dan kaku. Dia menunduk tak berani mengangkat kepala. “Terima kasih sudah mengantar saya, Tuan. Maaf sudah merepotkan Anda.” “Masuk.” “Baik, Tuan.” Gretha kembali menunduk pelan, memberi hormat kepada Kendrick sebelum bergegas membuka pintu kamarnya. Kendrick terus memperhatikan pergerakan gadis polos tersebut. Dia melihat Gretha begitu kaku, Kendrick bisa menebak kenapa tingkah Gretha menjadi seperti itu. Cklek ... Gretha kembali menoleh ke belakang dan menunduk kepada Kendrick sebelum masuk ke dalam kamarnya. Gadis itu langsung menutup pintu dan menarik napas dalam. Tubuh Gretha meluruh disangga pintu. Gadis itu seakan menahan napas sedari tadi, kini dia menghirup oksigen rakus. “Astaga, aku rasanya hampir mati. Tidak bisa bernapas leluasa

